01 Januari 2009

hidangan ternikmat dari Allah...HAJI....

subhanallah....luar biasa nikmat yang baru saja aku dapat kan selama perjalanan ibadah 40 hari...sedikit berbagi cerita semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca nya...

.yang paling berkesan tentu saja saat puncak rukun haji yaitu mulai perjalanan ARMINA ( arafah - Mina ).Alhamdululillah...
kami bisa menikmati hari ' Tarwiyah'. Hari Tarwiyah menjadi sangat istimewa karena 99% jemaah haji indonesia tidak melaksanakan hari Tarwiyah..

Apa itu tarwiyah?? tarwiyah adalah sesuai dengan tata cara haji yang di lakukan Rasulullah...yaitu 1 hari sebelum wukuf di arafah ( 8 dzulhijjah) rasulullah melakukan mabit di Mina..Kemana jemaah haji Indonesia kog tidak mabit di mina? dengan alasan cuma sunnah maka jemaah haji indonesia malah mabit di arafah...(padahal Rasulullah tidak pernah mencontohkan mabit di arafah...(lho ???)
yang lebih sedih nya lagi..di mina saat tgl 8 itu hanya tenda Indonesia yang kosong...negara-negara lain semua melakukan tarwiyah.....(dari dulu Tata Cara Haji menurut DEPAG memang tidak ada tarwiyah....walaupun mereka tau tentang tarwiyah..)buat teman2 yang akan berangkat haji....usahakan ibadah haji kita sesuai dengan sunnah Rasulullah...cari lah Bimbingan ibadah haji yang benar-benar membantu kita berhaji sesuai cara-cara rasulullah....selektif memilih akan membuat perjalanan ibadah kita mendekati sempurna..sedemikian berkesannya...sehingga baru 2 hari di tanah air sudah sangat rindu dengan tanah suci...mudah2an masih di beri kesempatan oleh Allah untuk kembali ke sana dan menikmati Hidangan ibadah yang terindah....Insya Allah hal yang sedikit ini bermanfaat....

cerita lengkap ada di http://perjalananhajiku.blogspot.com

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Tak tahu kenapa tetapi setiap kali membaca kisah haji hati ini jadi sedih dan mata pun mula berkaca... oh.. apakah???

akan frequent membaca, harap di tambah lagi isinya.

anonymous

Husna Maulida mengatakan...

subhanallah... cerita perjalanan ibadah ke tanah suci tak pernah membosankan untuk didengarkan, siapapun yang berkisah dan kapanpun dikisahkan.
Semoga Allah mengijinkan kita untuk hadir di sana kembali.. Amin..