02 Maret 2012

CITA CITA UNTUK DIRI SENDIRI, PERLU PUNYA GAK YAAAA.....???

mba ita, pernah kesulitan menyeleraskan antara kewajiban sebagai ibu dengan cita cita untuk diri sendirii....? pertanyaan seorang sahabat yang di tanyakan kepada ku pagi ini....
hm...pertanyaan begini baru kali ini aku terima...awalnya aku menjawab sekenanya....tapi saat sahabat ku menjelaskan maksud dari pertanyaan nya itu....baru lah aku faham..ternyata menjawabnya di butuhkan energy lebih...

knapa......? karena akhirnya harus memutar memory dan mengingat kembali....apakah aku pernah merasakan kesulitan seperti yang ditanyakan sahabat ku ....

alm mama ku adalah seorang wanita yang sangat TERATUR.....sangat TERENCANA...sangat Rapi dan sangat TERKONSEP...
tapi aneh nya hal itu tidak di wariskan pada ku....hiks
bukan itu saja sih sebenarnya yang tidak turun kepadaku, alm mama orang yang sangat telaten, rapi, modis, sangat suka tanaman......dan itu smua tidak ada di wariskan pada ku
padahal aku kebagian wajah yang sangaaat mirip dengan mamaku saat muda...sehingga bila ada saudara atau teman teman mama yang tidak mengenalku dan kemudian melihatku mereka pasti akan tau aku anak siapa...

Trus apa dong yang diwarisi buat aku?  Alhamdulilah aku kebagian suka masak, aku kebagian suka bergaul, aku juga kebagian sensitivitas mama untuk hal yang baik.
kenapa ngalur ngidul ke cerita alm. mama? karena setelah aku mengurut cerita ke belakang....ada hubungannya...lanjut lagi yaaa
saat kuliah aku kost di medan, dan mama di jakarta, saat pertama merasakan HIDUP BEBAS tanpa orang tua. aku justru merasa benar benar tidak mau TERATUR...!
Aku pengen santai...( atau kalimat jeleknya sih malas malasan) , aku pengen seenaknya di kost ( gak mau rapi. karena mama orangnya sangat rapiii sekali), gak mau ngotot belajar ( kalimat lainnya sama....Malas) dan pengen nikmati hidup seadanya.....se dapatnya.....se suka nya....( DONT TRY IT AT HOME...!!!) sungguh tidak layak untuk di tiru....

Alhamdulilah Allah masih melindungi ku untuk tidak keluar dari jalur agama...sehingga yang kulakukan hanya berefek ke diri ku saja, tidak ke orang lain dan masih di jalan Allah.
Dulu memang aku sangat aktif di kegiatan kampus, bahkan pernah menjadi ketua Korps Mahasiswa muslim di kampus ku.dan aku pernah bercita cita menjadi wanita karier, menjadi wanita kantoran dan  tidak mau jadi ibu rumah tangga.
tapi Allah punya rencana lain, setelah menikah aku malah mendapatkan kan suami yang anti dengan wanita karier, suami ku ingin istri nya hanya menjadi ibu rumah tangga saja..
dan herannya, aku ikhlas untuk tidak bekerja demi suami .....
memang mama sempat sangat kecewa, karena merasa sudah menyekolahkan anaknya sampai sarjana, tapi tidak bekerja...dan alm mama juga merasa sedih melihat anak pertamanya, harapan terbesarnya, kebanggaannya HANYA MENJADI IBU RUMAH TANGGA....

Satu tahun pernikahan ku , mama ke medan ke kontrakan ku...
Saat menginjakkan kaki di rumahku sudah terlihat beliau sedih melihat keadaan ku ( aku nya sih tidak merasa sengsara dan gembira2 saja ) . saat beliau melihat aku mengulek cabe saat masak ( karena belum punya blender), saat semua pekerjaan rumah tangga di kerjakan sendiri karena memang saat itu belum mampu membayar gaji pembantu. Oh ya..pada Tahun 1998 gaji suami ku baru Rp. 600,000. dan itu sangat pas pas an buat kami.
Beliau juga sedih selama 1 tahun perkawinan, aku tidak punya baju baru...( bukan karena suami ku tidak mau membelikan, tapi saat itu memang baju bukan prioritas bagi ku) tapi itulah kasih sayang beliau kepada putri pertama nya...

Tapi hal yang menjadi hiburan buat alm mama ku adalah adik perempuan ku sudah berhasil menjalan kan karier nya saat itu di Bank BUMN ternama... sering aku mendengar cerita mama membanggakan alm adik ku ( adik perempuan ku juga sudah dipanggil Allah karena Allah sangat sayang pada nya).
Bisa punya gaji gede, bisa traktir adik adikku nonton di planet Holliwood, bisa beli barang barang bermerk, bisa menyenangkan dirinya lah denga penghasilannya..
sementara di saat yang sama , aku justru berkutat dengan bawang di dapur dan hanya menunggu suami pulang kerja tanpa ada yang bisa di banggakan..

nah kembali ke pertanyaan sahabatku....ternyata.....aku memang tidak pernah punya CITA CITA unrtuk diri ku sendiri..
bahkan sampai saat ini, hari ini...smua seolah berjalan seperti air mengalir...tidak ada harapan yang sangat menggebu gebu, tidak ada impian yang Luar Biasa, tdak ada keinginan yang kekeuh aku kejar...

Saat ingin menjawab pertanyaan itu, aku baru sadar.....ternyata aku tidak punya cita cita...

dan teman ku yang bertanya itu pun sempat heran dengan keadaan ku yang jauh beda dengan keadaan nya...
Dia merasa sangat banyak punya cita cita yang sampai saat ini ingin dia kejar..dan saat menemukan kendala...dia kembali harus berusaha berdamai dengan keadaan dan kemudian mengalah bahwa cita cita nya kembali harus di kesampingkan dahulu karena ada yang lebih penting yang harus di dahulukan...

aku iri mba melihat mu...katanya..
saat tidak punya cita cita tapi malah semua nya seperti sudah tercapai...

bukan begitu mba....kata ku
karena semua di lakukan apa ada nya.....let it flow....easy going....maka semua keadaan jadi lebih mudah, jadi lebih ikhlas...
sehingga saat harus mengalami kendala, maka aku akan berkata : ooooo.....Allah punya rencana lain untuk ku
Allah punya rahasia di balik peristiwa ini......Ini belum rezeki ku.....ya sudah laaaah......dan kalimat lain lain yang inti nya adalah MENERIMA APA ADA NYA....

Mungkin ini yang membuat aku bisa lebih tenang walaupun tanpa CITA CITA.....

jadi sebaiknya bagaimana yaaa?
punya cita cita atau tidak.....???

7 komentar:

Yusuf mengatakan...

Gantungkan cita-citamu di langit, tapi kaki tetap harus menapak di bumi.

Ita mengatakan...

Terima kasih...sdh mampir....tp utk seorang ibu yg sdh memiliki 4 anak, cita2 ku aku gantungkan ke keempat anakku...smoga mereka mjadi anak yg sholeh dan sholehah..amiiin

iNNe mengatakan...

Subhanallah mba ita, very inspiring! Seperti dituntun untuk membaca tulisan ini... Jazakillah mba ita :-) http://innezcollection.blogspot.com

Anonim mengatakan...

Ceritamu koq sama spt aq ya mba... Mirip, tp kondisiku msh dlm ujianNya... Semoga bs terus semangat berjuang demi keluarga...

Ita mengatakan...

şɑ♍αşɑ({})♍α mba....smoga bermanfaat yaa

Ita mengatakan...

Semangat yaaa.. Ujian akan beerlalu ϑαņ bila ikhlas akan lebih ringan menjalani nya

Anonim mengatakan...

Hihii .. Menbaca tulisan Ibu Ita, spt melihat diriku, bedanya tanpa ada yg menanyakan, aku seringkali bertanya sendiri, sebenarnya apa sih yg aku cita2kn, apa sih kemampuanku ?? Dulu aktif brkerja, organisasi ... Skrg mau mnjaga anak dulu